INTERNASIONAL – Kepala Kepolisian Washington DC menyampaikan, empat orang tewas dan 52 ditangkap setelah pendukung Presiden Donald Trump menyerbu kompleks parlemen atau Gedung Capitol pada Rabu saat sidang pengesahan kemenangan Presiden terpilih Joe Biden.

Dalam konferensi pers dini hari, Kepala Departemen Kepolisian Metropolitan,
Robert J Contee mengatakan 47 dari 52 yang ditangkap karena melanggar jam malam Wali Kota Muriel Bowser yang dimulai pada pukul 18.00, dan 26 dari mereka ditangkap di halaman Capitol.

Beberapa orang lainnya ditangkap atas dakwaan berkaitan dengan senjata tak berizin atau terlarang.

Dilansir France 24, Kamis (7/1), Contee menyampaikan, dua bom pipa dijinakkan dari markas komite nasional Republik dan Demokrat, termasuk sebuah pendingin dari sebuah kendaraan di halaman Capitol yang berisi Molotov.

Contee menolak menyebut identitas seorang perempuan anggota Kepolisian Capitol yang ditembak dan tewas.

Tiga orang lainnya juga tewas karena keadaan darurat medis, dan 14 anggota polisi terluka, dua di antaranya dirawat di rumah sakit.

Belum jelas apakah biro kepolisian federal atau lokal, termasuk Kepolisian Capitol, yang melakukan penangkapan tambahan.

Minta Bantuan Masyarakat

Sikap kepolisian dalam kerusuhan Capitol dan saat unjuk rasa gerakan Black Lives Matter dibandingkan. Polisi dinilai jauh lebih garang saat unjuk rasa BLM pada pertengahan 2020 lalu.

Kepolisian Capitol menghadapi pertanyaan kenapa mereka tidak melakukan pengamanan cukup di kompleks Capitol dan membiarkan perusuh keluar area gedung tanpa penangkapan.

Menanggapi hal itu, Bowser mengatakan polisi meminta bantuan masyarakat untuk mengidentifikasi perusuh, karena banyak dari mereka berfoto tanpa memakai masker di dalam gedung Capitol dan bisa dilihat melalui video viral di media sosial.

“Kami akan mencari,” ujarnya.

“Beberapa dari mereka, kami pikir harus dimintai pertanggungjawaban,” lanjutnya.

FBI juga meminta masyarakat mengirimkan petunjuk seperti foto, video, dan informasi lainnya untuk membantu biro tersebut mengidentifikasi perusuh.

Bowser juga memperpanjang darurat publik selama 15 hari, yang akan membatasi pergerakan orang di kota tersebut.