Internasional- Dirbina Haji Umrah Kemenag didampingin Kemenkes dan BNPB lepas jamaah Perdana Umrah Masa Pandemi covid-19 1 November 2020, dengan beberapa aturan baru dan beberapa perjanjian terkait penerapan protokol kesehatan pada saat pergi,tiba dan sepulang dari umrah di tahun 2020.Makkah Al Mukaromah.

Baca Juga:Travel Umroh Bisa Exis Kembali Di Tengah Pandemic Covid 19

Keberangkatan Umrah perdana melalui Soeta dan di cek kesiapan airport juga dilepas oleh Dirbina Haji Umrah Kemenag H Arfi Hatim dan pejabat kemenag beserta Pejabata Kemenkes & BNPB, juga dilepas di Airport oleh Dubes Arab Saudi Esam A Abid Elthagafi, Sekjen Asphurindo Bapak Iqbal.

 Keberangkatan perdana ini berada di pesawat 317, yang diisi mayoritas Owner Travel yang akan cek dan melihat langsung kondisi bagaiama Umrah masa pandemi berikut regulasi & tantangannya, demia keamanan, kenyamanan dan keselamatan Jamaah, sebagiannya lagi ada jamaah Umrah Travel dibawa Asosiasi Amphuri dan lainnya dan ada sedikit jamaah diluar Umrah.

Berikut Aturan-Aturan baru yang akan diterapkan pada pemberangkatan jamaah umrah dimasa pandemi covid-19:

– Sesuai protokol kesehatan pesawat tidak diisi penuh dan jika ada yang melepas masker langsung ditegur, pesawat SV 817 type Boeing 777

– Dipesawat ada 2 formulir pernyataan kesehatan yang dikeluarakan Kementerian kesehatan dan BNPB Saudi yang harus diisi oleh semua jamaah

– Saat turun pesawat langsung disambut wakil kementerian haji umrah arab saudi dan jajarannya

– 2 kali pemwriksaan form kesehatan

– 1 kali pemeriksaan suhu tubuh

– Pemeriksaan Keaslian PCR

– Pemeriksaan imigrasi & pengambilan bagasi yang telah disterilkan, selama di airport diwajibkan memakai masker dan menjaga protokol kesehatan

– Pesawat perdana dari Indonesia tiba pukul 18.16 Waktu Saudi

– Rombongan Indonesia adalah rombongan ke 2 yang datang setelah pakistan termasuk dua negara yang diperbolehkan Umrah saat negara lain belum ada yang masuk

– Saat keluar kita disambut Konjen RI Jeddah Bapak Eko dan Konsul Haji KJRI Jeddah Dr Endang Djumali

– Jamaah ke Bis yang sudah disediakan sesuai Nomer, bis hanya diisi 18 orang sekkitar 40% kapasitas

– Dalam Bis sudah ada Muthowwif/Guide orang Saudi

– Sesampai Kota Mekkah langsung menuju Hotel sekaligus tempat karantina selama 3 hari, jamaah disambut oleh pimpinan hotel dan staff dengan bung, welcome drink dan disediakan Cake besar dengan gambar lambang Indonesia

– Infonya selama karantina tidak bisa keluar kamar walaupun ke lobby

– Sebaiknya jamaah yang akan datang untuk membawa camilan karena kita tidak bisa keluar hotel

– Makan malam diantar ke kamar masing masing oleh perugas hotel