NASIONAL – Keluarga Diego Mamahit, Co-Pilot Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ182, mendatangi Posko Antemortem di RS Polri, jakarta Timur, Minggu (10/1).

Kakak kandung Diego, Christ Mamahit datang ke posko bersama ibu kandung Diego. Christ menuturkan, kedatangan mereka untuk menyerahkan data berupa sidik jari, sampel darah dan sampel gigi.

“Sampel darah, sama sidik jari, sidik jari itu kita mau cari dari SKCK sama dental gigi, jadi ada tiga ada darah, dental, sidik jari. tiga itu doang,” papar Christ di RS Polri, Jakarta Timur, Minggu (10/1).

Data-data tersebut dibutuhkan untuk mencocokkan identitas jika ada korban yang ditemukan. Kendati begitu Christ tetap meyakini bahwa sang adik, Diego bakal selamat dari peristiwa itu.

“Itu untuk bantuin identifikasi jika diperlukan. Ini hanya untuk keperluan SOP Polri,” tegasnya.

Semalam Christ telah mendatangi RS Polri guna menyerahkan sampel demi keperluan identifikasi. Namun pihak polisi meminta agar ibu kandung saja yang memberikan sampel. Sebab, sampel ibu kandung disebut lebih efektif dibanding saudara kandung.

“Semalam sebenarnya sudah ada pihak keluarga yang datang ke sini ke Labfor sini untuk dimintai sampel DNA,” kata Christ.

Keluarga Yakin Diego Selamat

Pihak keluarga optimistis Diego bakal selamat dari kecelakaan tersebut.

“Saya katakan sekali lagi adik saya selamat. pada dasarnya kami tetap percaya bahwa Diego pasti selamat, Tuhan baik, Diego orang baik, dia sayang sama keluarganya, dia sayang sama kita semua. kami percaya sampai detik ini, kami percaya Diego selamat.”

Christ mengungkap, Diego merupakan sosok yang tangguh. Diego sempat mengatakan pada keluarga bahwa dirinya tak akan terbang jika pesawat mengalami kerusakan.

“Dia selalu bilang sama saya tidak akan jalan kalau pesawatnya rusak. Saya pegang kata-kata dia. Saya sampai ancam dia kalau pesawatnya rusak kamu jangan jalan ya. saya selalu bilang sama Diego. dia bilang iya saya pastiin pesawatnya layak jalan setiap kali akan jalan,” ucap Christ.

Christ mengaku tak menduga Diego ada dalam pesawat itu. Pasalnya sebelumnya Diego bilang ke pihak keluarga bahwa rute penerbangannya ke Padang.

“Tapi setelah ada keluarga kami yang datang ke orang Ops crew-nya ternyata itu rutenya Jakarta-Pontianak-Jakarta-Padang-Jakarta. Jadi Jakarta itu nanti, bukan siangnya. Intinya dia harus ke Pontianak dulu,” beber dia.

Diego mulai menjadi Co-Pilot pada 2015. Dia memiliki seorang istri dan juga satu anak. Di mata keluarga Diego dikenal sebagai sosok yang mengayomi.