Ekonomi- Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran di Tangerang kembali terjadi. Kali ini dialami ribuan pekerja di pabrik produksi alas kaki sepatu yang beroperasi di Tangerang.

Kepala Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang, Hendra, menjelaskan sampai saat ini sudah 23 perusahaan menutup usaha dan mem-PHK ribuan pekerjanya, termasuk pabrik sepatu.

Menurut laporan perusahaan, PHK tersebut terpaksa dilakukan terhadap 1.800 pekerjanya karena perusahaan tersebut terdampak Covid-19.

“Betul, laporan (soal PHK) sudah masuk kepada kami, dan memang pabrik sepatu itu tutup karena merugi. Untuk PHK itu, sudah dilakukan perusahaan sejak pertengahan Oktober 2020, sampai akhir bulan ini,” terang Hendra Kamis (5/11).

Menurut Hendra, perusahaan produsen sepatu ternama yang berproduksi di Tangerang itu, mengalami kerugian besar hingga terpaksa melakukan PHK.

“Untuk merek dari pabrik sepatu itu, tidak bisa kami sebutkan, yang pasti cukup ternama. Tapi karena kondisi yang ada terpaksa tutup karena tak ada pemasukan sama sekali,” katanya.

Hendra menjelaskan, sampai November 2020 ini sudah 23 perusahaan terdampak Covid-19 yang menutup atau mengalihkan lokasi usahanya dari wilayah Kabupaten Tangerang.

“Kalau dari data kita, sejak pandemi Covid-19 ini, ada 23 perusahaan yang sudah tutup atau pindah dari Kabupaten Tangerang, salah satunya pabrik sepatu ini,” jelasnya

Dari puluhan pabrik yang tutup kurang lebih sudah terdapat 3 ribu pekerja yang diPHK dan 9 ribu pekerja yang dirumahkan.

“Total ada 12 ribu pekerja yang terdampak karena pabriknya tutup, atau pengurangan karyawan. Adanya hal ini, kami tetap meminta kepada perusahaan untuk bisa memenuhi kewajibannya kepada para pekerja dalam hal pemutusan atau pemberhentian sementara,” jelas Hendra.