Internasional-  Polisi Prancis menangkap 61 orang yang diduga terlibat dalam jaringan pornografi anak, termasuk setidaknya tiga orang yang memperkosa anak-anak di depan kamera.

Dikutip dari laman France24, Jumat (9/10), Erick Berot, kepala polisi Prancis yang mengawasi operasi tersebut mengatakan bahwa di antara tersangka ada beberapa yang bekerja dalam pekerjaan yang membuat mereka berhubungan dengan anak-anak seperti guru, pemimpin agama, dan pejabat balai kota.

Mereka ditangkap dalam operasi terkoordinasi di 30 wilayah Prancis antara Senin dan Kamis, berdasarkan penyelidikan berbulan-bulan atas pornografi anak yang dibagikan di Internet.

Penyelidik Prancis yang mengkhususkan diri dalam kejahatan daring ini mendeteksi pertukaran file pornografi anak menggunakan perangkat lunak dari perusahaan nirlaba AS, Child Rescue Coalition

Berot mengatakan, saat ini polisi Prancis telah menyita ratusan hard drive, komputer, tablet, dan USB selama berbagai pencarian, dan kini masih memilah-milah gambar serta data tersebut.

Di antara tersangka adalah seorang guru olahraga yang merekam anak-anak di ruang ganti dan seorang ilmuwan komputer yang mengaku kepada penyelidik bahwa dia secara teratur memperkosa putrinya yang berusia 14 tahun sejak dia berusia sembilan tahun.

Polisi juga menemukan lebih dari 110.000 gambar serta 2.000 video kekerasan, dan tiga tersangka lainnya terlihat di depan kamera memperkosa anak-anak.

“Penangkapan ini mencakup semua orang, semua perdagangan, kelas sosial dari pedagang hingga manajer, dari kerah putih hingga kerah biru, dari segala usia 28 hingga 75 tahun, dari semua situasi keluarga, lajang bahkan mereka yang berpasangan dengan atau tanpa anak,” jelas Berot.

Enam puluh tersangka adalah pria, dan satu adalah wanita yang dituduh menonton video bersama pasangannya.

Dari 61 yang ditangkap tersebut, 13 orang memiliki catatan sebelumnya dan termasuk dalam daftar nasional pelaku pelanggaran seksual.