Kaum perempuan memiliki andil besar dalam kebangsaan dan bela negara. Nilai-nilai kebangsaan tidak begitu saja hadir dalam benak anak bangsa. Harus ditanamkan dan diwariskan dari generasi ke generasi melalui pendidikan karakter. Hal tersebut yang pertama dan utama terjadi dalam keluarga. Oleh karena itu, peran perempuan dan ibu sangat penting dan menentukan.

Penegasan itu disampaikan Bambang Soesatyo, Ketua MPR RI dalam Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bersama Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI), di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (10/8/2020). Turut hadir pada kesempatan tersebut para pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FPPI. Acara itu juga disiarkan secara online.

Bamsoet–sapaan akrab Ketua MPR RI ini mengatakan, perempuan Indonesia harusnya lebih maju, bahkan dibanding AS dimana kesetaraan gender mengalami stagnasi. “Sayangnya, dalam Indeks kesetaraan gender 2020 yang dirilis oleh World Economic Forum (Forum Ekonomi Dunia), Indonesia berada di urutan ke-85 dari 153 negara, jauh dibawah Filipina (urutan) 16, Laos (43), dan Singapura (54). Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” kata Bamsoet.

Bicara keterwakilan perempuan di politik (DPR), lanjut Bamsoet, periode 2014-2019 ada 97 orang, sementara pada 2019-2024, menjadi 118 orang atau naik 20,55 persen. “Namun demikian, partisipasi perempuan di DPR belum memenuhi 30 persen. Itu artinya, masih perlu perjuangan keras untuk meningkatkan pemberdayaan dan peran perempuan dalam berbagai sektor kehidupan,” tukasnya.

Dirinya mengapresiasi kinerja FPPI yang telah berupaya keras memberdayakan dan membantu kaum perempuan, khususnya di masa pandemi ini. “Saya yakin, ke depan kiprah FPPI akan semakin nyata ditengah-tengah masyarakat. Utamanya dalam mendidik generasi bangsa untuk lebih memahami dan memaknai Pancasila serta keberagaman,” tambahnya.

Sementara itu, Dr. Marlinda Irwanti, SE., M.Si., Ketua Umum DPP FPPI menjelaskan, keberadaan FPPI selama ini telah turut serta memberikan kontribusi positif bagi pemberdayaan perempuan di Indonesia. “Tidak hanya di DPP, tapi DPD-DPD pun terus bergerak melakukan pemberdayaan, sehingga perempuan-perempuan Indonesia bisa lebih tangguh dalam kehidupannya,” jelas Marlinda.

Utamanya di masa pandemi, secara rutin FPPI turun ke masyarakat, baik memberikan bantuan maupun mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari wabah Covid-19. “Perempuan juga harus diedukasi agar dapat memastikan keluarganya sehat. Dengan pengetahuan yang cukup, diharapkan para perempuan mampu menularkan ilmunya juga kepada masyarakat lain,” tuturnya.