EKONOM-Harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional wilayah Bandung Raya mengalami kenaikan hingga dua kali lipat. Tren itu terjadi sepekan terakhir karena kelangkaan pasokan akibat panen terganggu faktor cuaca.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, harga cabai rawit merah di Pasar Cimindi Kota Cimahi Rp 80.000 per kilogram (Kg). Padahal, harga normalnya di kisaran Rp 40.000 per kilogram. Akibatnya, penjualan merosot.

Salah seorang penjual, Hani (35) mengaku kenaikannya terjadi setiap hari jelang Tahun Baru hingga saat ini. Dia khawatir tren kenaikan ini terus terjadi hingga musim panen mendatang.

“Kenaikannya bertahap, sekali naik rata-rata Rp 20.000/kg. Tidak tahu apakah naik lagi atau tidak, tergantung situasi sepertinya. Tapi memang pasokannya berkurang,” katanya.

Kenaikan harga cabai rawit merah pun terjadi di sejumlah pasar di Kota Bandung. Salah satunya di Pasar Kosambi Kota Bandung. Bahkan, harganya menembus Rp 90.000 hingga Rp 100.000 per kilogramnya.

“Ya kenaikannya terus terjadi dari sebelum tahun baru kemarin. Banyak pembeli yang mengeluh. Kalau kami pedagang kan tidak bisa apa-apa, harga jualnya harus disesuaikan,” ucap salah seorang pedagang, Asep (40).

Kenaikan Terjadi Sejak Desember 2020
sejak desember 2020
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasilah mengatakan kenaikan itu terjadi pada Desember 2020 hingga awal Januari 2021 ini.

“Ada faktor cuaca, ada gagal panen, serangan hama, juga kualitas pada musim penghujan untuk cabai kurang bagus. Pedagang tidak mau menyimpan stok dalam kondisi banyak karena kalau tidak kebeli bakal busuk,” ucap dia.

Di luar itu, Elly yang juga menjabat sebagai Koordinator Pokja Perdagangan dan Sentra Industri Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi memastikan bahwa isu yang menjadi fokus saat ini adalah selain kebutuhan pokok adalah mengatasi kebutuhan perlengkapan dan peralatan kesehatan untuk tenaga medis di Kota Bandung.

“Yang menjadi kebutuhan ‘urgent’ yaitu sembako. Karena kebutuhannya sangat banyak itu terutama dari kewilayahan bagi masyarakat yang membutuhkan, dengan sisa 410 paket sembako sangat diprioritaskan untuk ditambah stoknya,” terang Elly.

“Kalau kami mengandalkan hanya dari Pemkot Bandung dirasa berat. Kami berharap ada partisipasi aktif baik itu dari para pelaku pengusaha, BUMN ataupun masyarakat,” pungkasnya.

[bim]