POLITIK – Politikus Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago, menyindir Sandiaga yang menjadi menteri kabinet Jokowi-Ma’ruf. Sikap Sandiaga dinilai Irma bertolak belakang dengan pernyataannya dulu yang tak ingin menjadi menteri.

Sekjen demisioner PPP, Arsul Sani, mengatakan baiknya para pihak tidak terus mengungkit rivalitas politik masa lalu. PPP mengajak untuk melangkah ke depan.

“Bagi PPP lebih baik kita tidak terus melihat ‘kaca spion’ sementara kita harus melangkah ke depan,” katanya lewat pesan, Jumat (25/12).

PPP mengajak untuk menatap kaca depan dalam melangkah dan berjalan mengawal pemerintahan Jokowi-Maruf Amin. Sehingga, energi yang ada akan lebih produktif.

“Terus melihat spion artinya kita berkutat pada pandangan apa yang telah lewat atau terjadi,” ucap Wakil Ketua MPR ini.

Menurutnya, sekali-kali boleh melihat masa lalu hanya untuk sekadar mengingatkan. Namun, tidak boleh terpaku dengan memandang apa yang telah dilewati.

“Sehingga kita malah terhalang untuk melihat potensi yang lebih baik yang ada di depan kita. Begitulah kami yang di PPP menyikapi soal Sandi,” pungkasnya.

Politikus NasDem Irma Suryani Chaniago menyindir Sandiaga Uno yang akhirnya menjadi menteri pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Irma mengungkit, pernyataan lama Sandiaga yang tidak ingin menjadi menteri di era Presiden Joko Widodo.

“Sandiaga akhirnya mau jadi pembantu presiden Jokowi, artinya semua pernyataan beliau di Pilpres kemarin terbukti hoaks,”ujar Irma kepada wartawan, Selasa (22/12).

“Pernyataan tidak mau jadi menteri Jokowi juga hoaks ternyata,”imbuhnya.

Irma yang dulu merupakan anggota timses Jokowi-Ma’ruf mengaku kecewa. Sebab, mereka yang dulu mati-matian memenangkan Jokowi di Pilpres justru tidak dilirik Jokowi. Sementara, Sandiaga yang merupakan Cawapres penantang Jokowi malah menjadi Menparekraf.

“Kalau ditanya kecewa atau tidak pasti akan kecewa jika kawan-kawan para pejuang garis depan tidak diperhatikan, karena mereka juga para politisi dan aktivis yang memiliki kapasitas, kapabilitas dan akuntabilitas,” ujarnya.

Kendati begitu, Irma menghormati keputusan Presiden Jokowi. Ia yakin, Jokowi punya alasan dan tujuan mengapa memilih Sandiaga.

“Presiden pasti punya tujuan yang baik untuk indonesia ke depan,” ucapnya.