INTERNASIONAL- Menteri Luar Negeri China Wang Yi kemarin mengatakan meski China menjadi negara pertama yang melaporkan kasus virus corona namun banyak bukti memperlihatkan virus itu muncul di banyak tempat di dunia.

“Kami berpacu untuk melaporkan pandemi yang pertama,” kata dia dalam wawancara dengan Xinhua, seperti dilansir laman South China Morning Post, Sabtu (2/1).

“Penelitian demi penelitian memperlihatkan pandemi ini muncul di banyak tempat di seluruh dunia.”

China melaporkan kasus pertama dari penyakit jenis pneumonia yang misterius ini di Wuhan pada 31 Desember 2019 dan tak lama dari situ pasar makanan laut yang diduga menjadi lokasi asal virus corona ditutup.

Namun Beijing kala itu berkukuh mereka tidak menemukan bukti penularan dari manusia ke manusia sampai tiga pekan kemudian. Dunia Barat menuding China menutup-nutupi kasus ini.

Komentar Wang ini senada dengan para pejabat kesehatan China dan media pemerintah yang berupaya membentuk opini tentang asal usul virus corona.

Tim WHO

menlu china sebut virus corona muncul di banyak tempat lain di dunia

November lalu Zeng Guang, mantan kepala epidemiologi di Badan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular China (CDC) menuturkan meski Wuhan menjadi lokasi tempat virus itu terdeteksi namun bisa jadi asal mulanya bukan dari kota itu.

Wu Zunyou, kepala epidemilogi di CDC China mengatakan virus itu bisa jadi masuk ke China lewat makanan beku atau produk daging.

Namun Wang termasuk tokoh senior di pemerintahan yang menggaungkan opini itu dan disambut baik di dalam negeri namun dikritik di luar negeri.

“Kami ada di garda terdepan dalam pertarungan opini publik,” kata dia kepada Xinhua. “Kami menolak segala bentuk politisasi dan pelabelan virus ini dan kami tidak akan membiarkan kebohongan mencemari berita yang objektif dan perjuangan dalam memerangi pandemi ini,” kata dia.

Komentar Wang ini disampaikan seiring Badan Kesehatan Dunia (WHO) tengah bersiap mengirimkan sekelompok ahli ke Wuhan dalam misi enam pekan untuk menyelidiki asal usul virus corona berdasarkan sampel dari manusia dan hewan yang dikumpulkan para peneliti China.

Namun George Gao Fu, direktur CDC, mengatakan dalam wawancara dengan Xinhua pekan lalu, tim dari WHO itu tidak akan mudah untuk menjalankan misinya.

“Mungkin perlu waktu lama untuk menemukan virus ini,” kata dia. “Dan kemungkinan virus ini akan hilang sebelum kita menemukan dari mana asalnya.”

Belum final

Beijing berulang kali mengatakan penelitian serupa harusnya dijalankan juga di negara lain. Koran China Global Times menyerukan tim WHO juga menyelidiki orang-orang yang mengunjungi Wuhan sebelum pandemi, termasuk atlet-atlet asing yang ikut serta dalam ajang Olimpiade Militer Dunia di kota itu pada Oktober 2019.

Penelitian yang dilakukan di negara lain, termasuk di Italia dan Amerika Serikat, menyatakan virus corona kemungkinan sudah beredar di belahan dunia lain sebelum diidentifikasi di Wuhan dan menjadi pandemi.

Sebuah penelitian yang dilakukan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular AS menemukan antibodi Covid-19 pada sampel darah seorang warga AS pada 13 Desember 2019, dua pekan sebelum China mengumumkan kasus pneumonia yang disebabkan virus tersebut.

Penelitian di Italia menyatakan antibodi Covid-19 sudah muncul pada September 2019.

Namun berbagai temuan itu belumlah final.