NASIONAL – Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan personel dan Alutsistanya dalam proses pencarian hilangnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 tujuan Jakarta – Pontianak. Pesawat itu diperkirakan jatuh di sekitar perairan pulau Laki dan pulau Lancang Kepulauan Seribu, sekitar pukul 14.39 WIB, Sabtu (9/1).

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, akan mengerahkan kekuatan personel dan Alutsista dalam operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue) SAR.

“Dalam operasi ini rencananya TNI akan mengerahkan personel Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) Kodam Jaya, 4 KRI TNI AL, Personel Intai Amphibi (Taifib) dan Detasemen Jalamangkara (Denjaka) yang malam ini bergerak bersama Badan SAR Nasional (Basarnas),” kata Hadi dalam keterangannya, Sabtu (9/1).

TNI AU besok pagi akan mengerahkan 1 Heli Super Puma Nas-332, EC-752 Caracal, lanjut Hadi, Fix Wing Boeing 737 Intai Maritim dan CN- 295, 1 Heli Dauphin HR 3604 milik Basarnas dan Personel SAR dari Korphaskas.

“Dalam pelaksanaan operasi personel dari TNI berada di bawah Koordinasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan saat ini tengah bertolak ke titik koordinat hilangnya kontak pesawat tersebut,” pungkasnya.

Jatuh Antara Pulau Laki dan Pulau Lancang

Pesawat ini take off dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.40 WIB. Dijadwalkan mendarat di Bandara Supadio Pontianak pukul 15.50 WIB, hilang kontak di atas pulau Lancang Kepulauan Seribu.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto memastikan, pesawat Sriwijaya Air jatuh. “Iya benar (jatuh),” singkat Novie Riyanto kepada media, Sabtu (9/1).

Novie Riyanto belum menjelaskan lebih detail perkembangan dari peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya.

Sementara itu, Deputi Operasi dan kesiapsiagaan Basarnas Mayjen Bambang Suryo aji menuturkan pihaknya telah melakukan peninjauan lokasi terakhir Pesawat Sriwijaya Air terakhir hilang kontak, Sabtu (9/1). Pesawat tersebut diduga jatuh di sekitar Kepulauan Seribu yaitu antara Pulau Laki dan Pulang Lancang.

“Jadi posisi pesawat setelah lost contact itu berada di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang ya, kurang lebih jaraknya sekitar 1,5-2 mil, kalau dari Tanjung Kait, sekitar kurang lebih 3 mil ya,” kata Suryo saat konferensi pers, Sabtu (9/1).

Suryo menjelaskan dari temuan di lapangan ditemukan beberapa serpihan-serpihan yang mencurigakan. Walaupun demikian pihaknya masih belum bisa memastikan apakah milik pesawat tersebut.

“Kita masih belum bisa memastikan itu adalah bagian dari pesawat Sriwijaya. Barang-barang tersebut sudah ada di kapal kita dan rencananya akan kita tarik,” beber Suryo.

Dia menuturkan terlihat dari peta maksimal ke dalaman sekitar Pulau Lancang dan Pulau Laki itu 20-23 meter. Walaupun demikian, Suryo belum mengetahui pasti titik letak jatuhnya pesawat tersebut.

“Kita belum tahu pasti di mana posisinya. Dan peralatan-peralatan yang ditemukan potensi dari lapangan termasuk tim gabungan kita sekarang menjadikan barang bukti untuk diteliti lebih dalam, apakah itu bagian dari pesawat Sriwijaya apa bukan,” beber Suryo.