EKONOMI- Pemerintah provinsi (Pemprov) Bengkulu siap memenuhi permintaan masyarakat nelayan setempat untuk mengoptimalkan alur pelabuhan dan pembangunan lanjutan break water.

Hal ini didasarkan atas laporan dan peninjauan langsung Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu Dedy Ermansyah ke pelabuhan dan tempat pelelangan ikan Desa Pasar Palik, Kecamatan Air Napal Kabupaten Bengkulu Utara.

Termasuk usulan atas kesejahteraan nelayan, menurut Wagub Dedy akan ditindaklanjuti Pemprov Bengkulu melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu secara inten dan masif.

Sementara terkait permintaan untuk memaksimalkan alur pelabuhan dan pembangunan lanjutan break water, di tahun 2021, tambah Dedy, akan dilaksanakan sesuai dengan kemampuan anggaran yang ada.

“Pada intinya kita Pemprov Bengkulu siap untuk menindaklanjuti terkait kesejahteraan masyarakat nelayan Desa Palik. Untuk pembangunan break water dan optimalisasi alur pelabuhan juga akan dilaksanakan secara bertahap,” jelas Wagub Bengkulu Dedy Ermansyah usai pimpin Rapat Koordinasi Pembahasan Upaya Pemberdayaan dan Peningkatan Kesejahteraan Nelayan Tradisional Desa Palik, di Ruang Rapat Rafflesia Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (05/01).

Ditambahkan Kepala DKP Provinsi Bengkulu Sri Hartati, untuk pembangunan break water pihaknya telah melakukan koordinasi bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII. Pasalnya dari Kementerian KP hanya bisa merealisasikan anggaran sebesar 2 milyar rupiah, sementara kebutuhan pembangunan 300 Meter break water membutuhkan anggaran sekitar 70 milyar rupiah.

“Harapan kita ini bisa dibantu pihak BWS Sumatera VII. Kami juga akan optimalkan koordinasi antar Kementerian PU dan KP,” jelasnya.

Sementara terkait pengelolaan lahan pelabuhan dan fasilitas yang ada seperti operasional SPBN dan Ice Plat, disampaikan Sri Hartati juga akan dievaluasi.

Kepala Desa Palik Saipul Amri menyambut baik respon dari Pemprov Bengkulu dan pihak terkait. Dirinya berharap optimalisasi alur dan pembangunan break water bisa terlaksana dan penyaluran BBM dari SPBN bisa termanfaatkan dengan baik.

“Harapan kita kedepan masalah ini bisa selesai dengan baik dan masyarakat nelayan bisa melaut dengan aman serta hasil tangkapan juga banyak,” sebutnya.