Ekonomi – Direktur PT Adaro Power, Adrian Lembong menilai para pengusaha tidak akan memaksakan penggunaan batubara jika sudah dianggap tidak kompetitif dibandingkan dengan sumber energi lainnya. Optimalisasi penggunaan batubara sebagai sumber energi listrik juga harus dipertimbangkan dari sisi pelayanan sosialnya.

“Dalam arti optimalkan ini diartikan bukan pemaksaan penggunaan batubara kalau batubara tidak kompetitif,” kata Adrian di Jakarta, Rabu (4/11).

Hadirnya wacana optimalisasi penggunaan energi baru terbarukan (EBT) tentu sudah diantisipasi para pengusaha batubara. Sebenarnya, kata Adrian, sumber energi fosil masih bisa dicari untuk dimanfaatkan. Hanya saja mungkin perlu jadi perhatian soal keekonomiannya.

“Kalau ini aspeknya belum dimengerti dan biayanya tinggi, ini harus kita pertimbangkan antisipasinya,” kata dia.

Adrian menilai hal ini juga berlaku bagi pengguna sumber daya EBT. Kehadiran energi baru harus dilihat dari definisinya sebagai energi.

Dalam industri batubara saat ini sudah tidak lagi membahas masa depan pembangkit listrik berbasis EBT. Sebab, yang dijalankan hari ini telah disusun jauh hari.

Sebaliknya, para pengusaha batubara saat ini tengah memikirkan program yang cocok dan sesuai untuk 10-15 tahun mendatang. Pada waktu tersebut dia menyebutkan kemungkinan PLTU sudah tidak banyak karena kehadiran pembangkit listrik EBT.

“Kalau 10-15 tahun ke depan ini tidak dioperasionalkan, kita gantinya pakai apa, yang jadi tantangannya bagaimana mengatur yang ada, bagaimana secara teknologi melakukannya,” kata dia.