DAERAH- Menyusul tibanya vaksin Sinovac di Bengkulu pada 4 Januari kemarin, saat ini Pemerintah Provinsi Bengkulu sudah melakukan berbagai persiapan vaksinasi yang akan dilaksanakan secara serentak se- Indonesia pada 13 Januari 2021 mendatang.

Wakil Gubernur Bengkulu Dedy Ermansyah menyampaikan, waktu dan tempat pelaksanaan vaksinasi tahap pertama ini akan dibahas lebih lanjut kepada pihak terkait.

“Dalam rapat bersama Mendagri dan Menteri Kesehatan tadi dipastikan bahwa pelaksanaan vaksinasi tahap pertama akan dilakukan serentak secara simbolis oleh pada tanggal 13 Januari. Dilakukan oleh Gubernur, Forkopimda, tokoh-tokoh agama dan instansi-intansi pemerintah lainnya. Tujuannya adalah untuk memberikan tingkat kepercayaan kepada masyarakat agar tidak meragukan vaksin tersebut, karena sudah melalui tahap uji coba yang sangat ketat, sehingga dipastikan aman,” terang Wagub usai mengikuti rapat koordinasi kesiapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri dan berlangsung secara virtual di Ruang VIP Pola Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (5/1).

Bengkulu sendiri telah menerima 20.280 dosis vaksin Sinovac yang diprioritaskan untuk tenaga medis sebagai garda terdepan yang sangat rentan terinfeksi Covid-19.

“Rapat tadi juga membahas tentang cara dan prosedur penyaluran vaksin, mulai dari kedatangannya hingga proses vaksinaksi. Untuk tahap pertama ini kita telah menerima sebanyak 20.280 dosis vaksin, yang menjadi target utama vaksinasi adalah tenaga medis, baik itu dokter, perawat dan seterusnya,” imbuh Wagub Dedy.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebutkan vaksinasi ditarget rampung secepatnya dalam kurun waktu 15 bulan yang dibagi dua periode.

“Vaksinasi serentak kita mulai 13 Januari, seperti rencana sebelumnya vaksinasi akan dibagi dalam dua periode dan ditergekan selesai dalam waktu 15 bulan. Periode pertama terhitung Januari 2021 hingga April 2021 dengan memprioritaskan 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas publik yang ada di 34 provinsi,” ujar Tito.

Tito menambahkan, untuk periode kedua mendatang akan menjangkau 181,5 juta orang masyarakat umum yang ditargetkan rampung dalam waktu 11 bulan, terhitung April 2021 hingga Maret 2022.