EKONOMI – VP Public Relations PT Kereta Api Indonesia (KAI), Joni Martinus, menyebut puncak arus mudik pada masa libur Tahun Baru 2021 terjadi pada 30 Desember 2020. Tercatat jumlah penumpang KA Jarak Jauh mencapai 33.531 orang dengan okupansi sebesar 76 persen.

“Pada masa libur Tahun Baru 2021, puncak arus mudik terjadi pada 30 Desember 2020, dengan 33.531 pelanggan KA Jarak Jauh dengan okupansi sebesar 76 persen,” ujar dia saat dihubungi Merdeka.com, Jumat (1/1).

Bahkan, jumlah penguna KA Jarak Jauh tersebut naik hingga 30 persen dibanding keberangkatan pada 29 Desember. Sebab, saat itu jumlah pemudik hanya sebesar 25.836 pelanggan.

Sedangkan untuk arus balik diperkirakan terjadi pada 3 Januari 2021 mendatang. “Di mana sudah lebih dari 60 persen tiket terjual atau sebanyak 35 ribut tiket,” tutupnya.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan 231.814 kursi di Masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020/2021 yang akan dimulai pada 18 Desember 2020 hingga 6 Januari 2021 atau berjalan selama 20 hari.

Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan melalui data pemesanan tiket, untuk tahun ini, puncak masa Angkutan Nataru 2020/2021 diprediksi akan terjadi sekitar tanggal 23 dan 24 Desember 2020.

“Sementara berdasarkan data reservasi per hari ini, angka keberangkatan tertinggi pada moment Nataru 2020/2021 terjadi pada 23 Desember 2020 yakni sekitar 13.730 penumpang,” kata Eva dalam keterangannya, Senin (14/12).

Sementara, tiket yang sudah terjual terhitung hari ini sampai dengan akhir masa Nataru, 6 Januari 2021 mencapai sekitar 105 ribu tiket atau hampir sekitar 50 persen dari TD yang disediakan. Ini artinya tiket KA masa Angkutan Nataru 2020/2021 masih tersedia dan jumlah dari ketersediaan tempat duduk tersebut juga dapat bertambah sewaktu-waktu menyesuaikan kebutuhan pelanggan.