INTERNASIONAL- Populasi Korea Selatan menurun untuk pertama kalinya pada 2020 lebih banyak kematian dibandingkan kelahiran. Hal ini disampaikan pemerintah pada Senin, memperingatkan kota di wilayah miskin menghadapi sebuah “krisis kepunahan”.

Ekonomi terbesar ke-12 dunia ini memiliki harapan hidup tertinggi dan angka kelahiran paling rendah, kombinasi yang menunjukkan bencana demografis.

Dilansir AFP, Senin (4/1), sampai 31 Desember 2020, jumlah penduduk Korea Selatan sebanyak 51.829.023 jiwa, turun 20.838 dari setahun sebelumnya, menurut data yang dirilis Kementerian Dalam Negeri.

Kelahiran tahunan turun selama bertahun-tahun dan terlampaui oleh angka kematian untuk pertama kalinya, 275.815 menjadi 307.764.

“Di daerah-daerah dengan infrastruktur ekonomi, medis dan pendidikan yang buruk, krisis kepunahan kota-kota semacam itu meningkat,” jelas Kementerian Dalam Negeri.

Hal ini mendesak “perubahan mendasar” dalam kebijakan pemerintah, termasuk soal kesejahteraan dan pendidikan.

Menurut para ahli, ada banyak penyebab dari fenomena tersebut, termasuk biaya membesarkan anak dan melonjaknya harga properti, ditambah dengan masyarakat yang terkenal kompetitif yang membuat pekerjaan dengan gaji yang baik sulit diperoleh.

Beban ganda bagi para ibu yang bekerja dalam melakukan pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan anak yang terberat sekaligus mempertahankan karier mereka merupakan faktor kunci lainnya.

Korea Selatan telah menghabiskan lebih dari 180 triliun won (USD 166 miliar) sejak 2006 untuk meningkatkan angka kelahiran tetapi populasinya diproyeksikan turun menjadi 39 juta pada tahun 2067, ketika usia rata-rata adalah 62 tahun.

Reaksi di antara orang Korea Selatan beragam.

“Situasi saat ini akan terus berlanjut kecuali semua rumah tangga berpenghasilan ganda mampu membesarkan anak-anak mereka tanpa kekhawatiran,” tulis seorang warga di Twitter.

Tetapi yang lain menyarankan penurunan populasi dapat membantu mengurangi emisi karbon Korea Selatan dan mempersempit kesenjangan.

Korea Selatan menempati urutan ke-27 secara global berdasarkan populasi dan tetangganya China dan Jepang juga menua dengan cepat.