Politik- Plt Ketua Umum PPP, Suharso Manoarfa dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh kader senior PPP Nizar Dahlan atas dugaan gratifikasi. Gratifikasi yang dimaksud merupakan bantuan sewa pesawat jet pribadi saat berkunjung ke Medan dan Aceh.

Sekjen PPP, Arsul Sani enggan merespons laporan tersebut. Menurutnya, saat ini belum tepat untuk menanggapi laporan Nizar Dahlan.

“Saya tidak nanggapi itu dulu sampai saatnya yang pas,” katanya lewat pesan singkat kepada merdeka.com, Jumat (6/11).

Arsul menjelaskan, jet tersebut merupakan pinjaman untuk PPP. Bukan ditunjukan untuk Suharso. Seluruh biaya akomodasi, PPP yang membayar. Namun dia enggan mengungkap dari mana pinjaman pesawat itu.

“Kalau itu PPP sebagai partai dapat pinjaman pesawat tapi menanggung biaya-biaya avtur, crew dan lain lain. Jadi itu bukan Pak Suharso yang dapat pinjaman pesawat tapi PPP sebagian parpol,” terangnya.

Selain itu, beredar juga video Suharso menggunakan jet pribadi yang diduga bersama keluarganya. Di dalam pesawat, Suharso terlihat menggunakan kemeja putih lengan panjang dan duduk berhadapan dengan wanita dengan hijab hijau muda.

Ditanya terkait hal itu, Arsul Sani mengaku belum menanyakan kepada Suharso terkait video berdurasi 38 detik itu. Namun, Suharso bersama keluarga dikabarkan memang menyewa jet secara pribadi.

“Saya belum tanya yang video itu sama Pak Suharso, kan saya tidak ada di situ. Tapi setahu saya, keluarga Pak Suharso ya kadang sewa pesawat,” ucapnya.

Arsul menegaskan, video yang beredar tersebut berbeda dengan rangkaian kunjungan Suharso ke Medan dan Aceh. Dalam video itu, Suharso bersama keluarganya pribadi menggunakan biaya sendiri.

“Beda. Saya kira keluarga atau kolega yang ikut disitu yang menanggung Biasa-biaya,” ucap anggota DPR ini.