Politik – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Salahuddin Uno resmi menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) setelah hari ini dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi). Keputusan Sandiaga yang menerima pinangan Jokowi sebagai menteri Kabinet Indonesia Maju dinilai terdapat poin plus dan minus jika berniat berlaga di Pilpres 2024.

Pengamat politik Ujang Komarudin menilai, jabatan menteri ini bisa dimanfaatkan Sandiaga sebagai modal di 2024. Semua tergantung bagaimana kinerjanya hingga masa jabatan habis.

“Tentu akan melakukan tebar pesona untuk persiapan 2024. Namun semuanya tergantung pada dia (Sandiaga), apakah kinerja sebagai menterinya baik atau tidak. Jika baik bisa meluncur. Dan jika tak berprestasi akan hancur,” ujar Ujang saat dikonfirmasi, Rabu (23/12).

Namun, Sandiaga diprediksi bakal ditinggalkan pendukungnya. Sebab, Sandiaga yang sejak dulu memposisikan sebagai oposisi, kini justru bergabung dengan barisan Presiden Jokowi. Sandiaga diketahui bersama Prabowo Subianto merupakan rival Jokowi dalam Pilpres 2019 lalu. Keputusan Sandiaga merapat dalam pemerintahan Jokowi-Ma’ruf dinilai merupakan bentuk tidak konsisten sikapnya sebagai oposisi.

“Pendukungnya banyak yang lari. Karena secara politik Sandi dianggap tak konsisten,” kata Ujang.

Alasan Sandiaga Terima Pinangan Jokowi
Sandiaga mengungkapkan alasan menerima pinangan Presiden Jokowi masuk dalam Kabinet Indonesia Maju. Pandemi Covid-19 menjadi salah satu alasan Sandiaga menerima posisi menteri dalam Kabinet Indonesia Maju.

“Gini, Covid-19 ini adalah game changer. Covid-19 ini mengubah segalanya terutama ketika 2 minggu terakhir saya bertafakur, tadabur, berkontemplasi, refleksi, bahwa kita semua akhirnya harus bersatu padu,” kata Sandiaga usai di lantik Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (23/12).

Dia berharap seluruh elemen masyarakat bersatu sehingga memberikan kontribusi untuk Indonesia. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini juga mengingatkan agar masyarakat menyingkirkan kepentingan pribadi politik dan golongan.

“Memberi kontribusi terbaik, memberi sumbangsih pada bangsa dan negara, singkirkan kepentingan-kepentingan pribadi, politik, atau golongan. Semua kita lakukan demi kepentingan bangsa dan negara dan jika negara memanggil pada saat ini lah menurut saya tanggung jawab ada di pundak masing-masing dari kita,” ungkap Sandiaga.