Lifestyle “Aku janji, bulan ini bakal hemat!”

Kalimat itu pasti pernah Anda ucapkan ketika awal gajian, ataupun di saat-saat baru saja khilaf membelanjakan uang. Sayangnya, hal ini sering kali hanya menjadi ucapan belaka dan tidak terealisasi di kemudian hari.

Untuk itu, Anda perlu menerapkan strategi mengumpulkan uang jangka pendek dan jangka panjang agar pengeluaran impulsif Anda dapat berkurang.

Berikut adalah tips dari seorang spesialis keuangan selama 17 tahun tentang bagaimana ‘merias’ dompet Anda demi keberhasilan perencanaan keuangan Anda di masa depan, dilansir CNBC Make It.

1. Letakkan Uang Cash di dalam Dompet

Menurut spesialis keuangan, menaruh uang di dompet bertujuan untuk melihat sebanyak apa uang yang terkumpul di akhir minggu. “Dulu, ketika saya melunasi utang kartu kredit, saya akan mengambil sedikit uang tunai setiap minggunya dan memasukkannya ke dalam dompet saya,” ujarnya.

Di zaman digital, membayar menggunakan kartu ataupun e-money memang lebih nyaman. Namun, uang yang Anda taruh di dompet bisa membuat Anda lebih sadar dengan berapa yang Anda keluarkan dan berapa yang Anda simpan.

Mengutip CNBC Make-It, Psikologi Mary Gresham mengambil langkah lebih jauh, di mana dia merekomendasikan untuk membawa uang Rp 50.000 atau Rp 100.000 di dompet. “Orang akan berpikir dua kali untuk menghabiskan uang dengan kelipatan besar. Karena, pasti merasa sayang,” katanya.

2. Berpikir Berkali-Kali
Sebelum mengeluarkan uang dari dompet, pertimbangkan kembali pilihan pembelian yang akan dilakukan. Apakah worth it dan seberapa berguna barang yang dibeli? Kebutuhan apa yang harus dipenuhi dengan membeli barang ini? Atau pengeluaran ini hanya untuk mengalihkan perhatian dari rasa cemas? Mengapa barang tersebut harus dibeli? Apakah ini hanya bagian dari gengu saja?

Berpikir berkali-kali memang akan memakan waktu, tetapi semakin Anda sering melakukannya, pikiran Anda dalam memberi barang selanjutnya akan menjadi lebih terasah. Ke depannya, Anda akan tahu betul barang-barang apa saja yang benar-benar dibutuhkan dan barang mana saja yang tidak begitu penting.

Alhasil, waktu tambahan untuk berpikir ini bisa berguna untuk menahan Anda melakukan pengeluaran impulsif.

3. Bersemangatlah tentang Masa Depan = Semangat Menabung

Saat pandemi seperti sekarang, banyak yang memilih putus asa terhadap keuangan karena tidak bisa memperbaiki situasi saat ini. Cara terbaik untuk menangkal segala rasa pesimis adalah membuat 3 tujuan utama yang mau Anda capai ke depannya.

Tiga tujuan ini berguna untuk memotivasi Anda agar bisa menahan rasa keinginan belanja karena ada prioritas lain yang mesti dicapai. Sehingga, pemasukkan setiap bulannya bisa Anda sisihkan dan bisa membuat keinginan tersebut segera tercapai.

“Misalnya, merencanakan dana pensiun. Kalau dilihat-lihat, dana pensiun itu cukup besar. Supaya tidak hanya terfokus pada angka saja, visualisasikan angka-angka tersebut menjadi suatu aktivitas, contohnya Anda ingin main di pantai saat pensiun. Maka, kumpulkan budget yang bisa membuat Anda bisa ke pantai,” ujar spesialis keuangan itu.

4. Catat Laporan Pengeluaran dan Pemasukkan
Biasanya, sehabis melakukan pengeluaran yang mahal terhadap pembelian ataupun pembayaran tagihan, perasaan negatif sering muncul. Terlebih, melihat laporan dari Bank di akhir bulan yang menunjukkan bahwa pengeluaran di bulan ini lebih besar ketimbang bulan sebelumnya.

Supaya Anda tahu persis ke mana saja uang Anda pergi, tinjau setiap pengeluaran dengan cara membuat laporan keuangan mingguan.

“Beri tanggal kapan saja Anda belanja, jajan, atau nonton bioskop. Dengan begitu, saat melihat laporan keuangan di akhir minggu, Anda bisa mengira-ngira mau mengeluarkan seberapa banyak untuk minggu berikutnya,” ungkapnya.

5. Otomatiskan Pembayaran Tagihan Penting

Supaya tagihannya tidak tertunggak ataupun uangnya sudah terlanjur dibelikan barang lain, mengaktifkan fitur ini adalah hal penting. Hal ini berguna untuk memastikan pengeluaran yang menjadi prioritas setiap bulan dan mengurangi kecemasan saat ingin membeli barang yang lain. Sehingga, Anda akan merasa lega karena uang di rekening sudah otomatis dikurangi dengan tagihan penting.

Tagihan penting di sini contohnya adalah tagihan kartu kredit, biaya listrik, air, dan internet. Jika sekiranya pembayaran otomatis setiap bulannya ini masih belum diaktifkan, biasakan untuk langsung membayar di hari pertama setelah Anda gajian.