Jakarta– Umrah akan dibuka kembali untuk ‘peziarah lokal‘ mulai 4 Oktober, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia telah mengumumkan dimulainya kembali umrah secara bertahap mulai tanggal 21 Safar 1442 (4 Oktober 2020).Selasa, 22 September 2020

Untuk jamaah domestik dengan tahapan sebagai berikut:

Fase pertama: mengizinkan warga dan warga untuk menunaikan umrah dari dalam Kerajaan, mulai Minggu 17 Safar 1442 Hijriyah, dengan tarif 30% (6 ribu jemaah per hari) dari kapasitas yang memperhitungkan langkah-langkah pencegahan sanitasi dari Masjid Agung.

Fase kedua: Mengizinkan unjuk rasa umroh, kunjungan dan sholat bagi warga dan penduduk dari dalam Kerajaan, mulai hari Minggu 1 Rabiul Awwal 1442 H, sebesar 75% (15.000 jamaah per hari, 40.000 jamaah per hari) dari kapasitas itu memperhitungkan tindakan pencegahan sanitasi Masjidil Haram.

Travel Umroh Harus Siap Aturan Baru di Masa Pandemi

Travel Umroh Harus Siap Aturan Baru di Masa Pandemi

Fase ketiga: Izin umroh, kunjungan, dan sholat bagi warga dan warga dari dalam dan luar Kerajaan, mulai Minggu 15 Rabiul Awwal 1442 Hijriyah, hingga pengumuman resmi berakhirnya pandemi Corona atau hilangnya bahayanya, sebesar 100% (20 ribu jamaah / hari, 60 ribu jamaah / hari).

Syaratnya, calon jemaah haji memiliki izin yang masih berlaku dari aplikasi yang akan diluncurkan pada 10 Safar dan jamaah bebas virus corona. Kementerian Haji dan Umrah akan membuat mekanisme dan pusat di Makkah untuk mengangkut jamaah dari / ke Masjid Al Haram

#umroh
#depag
#travelumroh
#indonesi