Jakarta- Walaupun ada kemungkinan umrah akan berangsur dibuka bertahap sejak awal 2021, namun berbagai protokol yang ketat, biaya yang tinggi, (kemungkinan) adanya pembatasan kuota, dan menurunya daya beli masyarakat di saat resesi ekonomi akan membuat penyelenggaraan umrah tidak mudah seperti sebelumnya.

Dari hasil Webinar di Zoom bersama Kementrian Saudia kemaren malam (22/09/2020) dapat ditarik kesimpulan ada tiga tahap pemberangkatan umroh yang dijadwalkan mulai berlaku per Januari 2020.

Tahap 1 = 40 % (khusus Untuk mukimin dan saudia )

Tahap 2 = 75 %

Tahap 3 = 100 % untuk semua umrah dari luar dan dan dalam saudia

Maka, mari perketat keuangan. Siapkan rencana terburuk jika sepanjang 1442H penyelenggaraan umrah belum kembali normal.

Silakan dihitung, 1 Januari 2021 dalam penanggalan Islam bertepatan dengan 18 Jumadil Awal 1442 H, sementara jika mengacu pada penyelenggaraan umrah di tahun-tahun sebelumnya maka musim umrah akan berakhir di pertengahan bulan Syawal.

Dari gambaran singkat di atas maka sisa waktu di musim umrah 1442 H hanya tersisa ±5 bulan saja. Belum lagi jika dihitung dengan waktu uji coba dan lainnya. Pengelola travel umrah baru akan bertemu dengan musim umrah selanjutnya pada bulan Muharam 1443 H

Yuk buka mata lebih lebar, cari peluang usaha lain yang bisa dijalankan di masa pandemi ini.

“KSA menerapkan Aplikasi Umrah Furoda untuk orang Saudia Di mana orang bisa dapat visa Umroh , hotel , penjmputan dan lain-lain dalam 1 aplikasi Umroh saudia”

#umroh
#depag
#travelumroh
#indonesi