Bengkulu, Tuntasonline.com – Kepemimpinan Dr H Rohidin Mersyah selalu melakukan inovasi dan pengembangan di segala sektor, salah satunya di dunia kesehatan. Tak hanya pada pelayanan kesehatan dirinya juga fokus mengembangkan dunia pendidikan kesehatan agar benar-benar melahirkan tenaga kesehatan terampil dan siap kerja.

Kali ini kita akan mengulas bagaimana perkembangan dunia kesehatan di era Rohidin yang kini sedang menjalani cuti mulai dari Pelayanan Kesehatan hingga sinergi mendorong kampus pendidikan kesehatan melahirkan tenaga kesehatan yang terampil :

1. Rumah Sakit M Yunus (RSMY)

– Bertambahnya Poli Pelayanan Kesehatan
Tidak harus ke Jakarta, mulai bulan Februari 2020, masyarakat provinsi Bengkulu bisa menikmati layanan unggulan Bedah Urologi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. M. Yunus Bengkulu. Sarana ini bernama Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL). Yaitu salah satu prosedur yang digunakan untuk menangani penyakit batu ginjal tanpa harus dengan tindakan pembedahan dengan tingkat resiko yang minim.

Hal ini seiring dengan komitmen Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dalam memberikan layanan kesehatan prima dan profesional untuk mewujudkan Bengkulu Sehat.

“Peningkatan kualitas SDM Kesehatan kita serta sarana dan prasarana yang mengikuti kemajuan teknologi dunia medis terus dilakukan. Salah satunya konsep pelayanan unggulan Bedah Urologi ini,” jelas Gubernur Rohidin.

ESWL sendiri merupakan media yang menggunakan alat pancar gelombang kejut yang dikonsentrasikan di sekitar ginjal, berguna untuk menghancurkan batu ginjal menjadi pecahan-pecahan yang lebih kecil sehingga dapat dikeluarkan bersama urine. Prosedur ini cukup efektif menghancurkan batu ginjal dengan diameter kurang dari dua cm.

“ESWL adalah teknologi terbaru dalam tata laksana tindakan pada batu ginjal. Pada prinsipnya tindakan ESWL itu menggunakan gelombang kejut yang diarahkan dari luar tubuh pasien ke Ginjal,” terang Gubernur Bengkulu kesepuluh ini.

Lebih lanjut Gubernur Bengkulu kesepuluh ini menjelaskan bahwa ESWL ini adalah tindakan rawat jalan yang prosedurnya hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam. Artinya pasien datang pagi hari kemudian siangnya sudah bisa pulang.

“Yang paling penting lagi, bahwa layanan unggulan di RSUD dr. M. Yunus ini ditanggung sepenuhnya oleh BPJS, jadi pasien sama sekali tidak membayar untuk menjalani prosedur ESWL meskipun lebih dari satu kali,” jelas mantan wakil Bupati Bengkulu Selatan ini.

Sehingga, tambah bapak tiga anak ini, melalui layanan unggulan ini pasien batu ginjal tidak perlu berobat lagi ke Jakarta atau provinsi tetangga untuk memecah batu ginjal tanpa prosedur pembedahan.

Untuk diketahui bahwa sejak kepemimpinan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, RSUD M. Yunus Bengkulu sudah memiliki tiga layanan unggulan, pertama layanan unggulan Kateterisasi Jantung (Cath Lab). Kedua, layanan unggulan bedah saraf, dan ketiga adalah layanan unggulan beda Urologi.

– Percepatan Penanganan Sampel Covid-19 dengan realisasi Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) di RSUD M. Yunus

Harapan Provinsi Bengkulu untuk memiliki alat Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RTPCR) atau tes PCR secara mandiri akhirnya terwujud, hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, saat keterangan pers di aula Dinkes, Jumat (15/5).

“Alhamdulillah, alat penunjang sudah lengkap (Catridge dan Reagen) sudah tiba dari Jakarta, harapan kita secepatnya bisa digunakan besok ataupun lusa. Sebelumnya juga tenaga ahli sudah direkrut, begitupun dengan petugas yang sudah mengikuti virtual meeting terkait penggunaan alat PCR,” jelas Herwan.

Lebih lanjut, Herwan menerangkan mulai dari alur pengajuan ke Kementerian Kesehatan hingga hadirnya PCR sangatlah panjang dan ini berkat kerja keras tim gugus tugas Covid-19 Bengkulu dan BPOM (yang memiliki alat PCR). Dengan ini, kita dapat mengetahui hasil tes sampel SWAB lebih cepat, dan tak harus sampel ke Palembang maupun Padang.

“Ini buah kerja keras bersama, dan kedepan kita akan dorong Tim Gugus kabupaten/kota siapkan rapid test dalam jumlah banyak, agar bisa lakukan tes secara masal di tempat masyarakat berkumpul/fasilitas publik. Dan kita akan sambut, sehingga hasil SWAB dapat segera dilakukan dan diketahui lebih cepat,” terang Herwan.

Rohidin Mersyah menyampaikan, bahwa tes SWAB ini nantinya akan dipusatkan di Laboratorium Rumah Sakit Rujukan, yaitu RSUD M. Yunus yang juga merupakan rujukan utama bagi penanganan virus corona di provinsi Bengkulu.

2. Support Perkembangan Fasilitas Rumah Sakit Rafflesia Bengkulu

Rohidin Mersyah mengatakan, pengembangan kelembagaan layanan kesehatan di Bengkulu menjadi sangat dibutuhkan masyarakat sejalan dengan kemajuan zaman. Oleh karena itu, pengembangan kelembagaan dibutuhkan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk pengembangan kelembagaan perguruan tinggi dan lembaga penegakan hukum.

“Kalau sarana prasarana rumah sakit berkembang seperti ini, maka layanan ke masyarakat akan semakin bagus. Mereka tidak akan pernah mengeluh lagi, tidak mendapatkan kamar dan keluhan akan pelayanan yang buruk,” jelas Gubernur Rohidin usai hadir pada Peringatan HUT RS Rafflesia Bengkulu Ke-40 sekaligus Penandatanganan Prasasti dan Peresmian Gedung Baru RS Rafflesia Bengkulu, di RS Rafflesia Bengkulu, Sabtu (23/11).

Lanjut Rohidin, saat ini Pemprov terus kembangkan RS M Yunus, RS di bawah Yayasan Pemprov support anggaran, RS swasta juga mereka kelola dengan professional, dan Pemda Kota juga mendirikan RS sendiri atas nama Kota.

“Saya kira ini berkolaborasi saja semuanya dan tidak ada persaingan disini. Yang ada kita sinergi, kolaborasi sehingga akan terasa oleh masyarakat, ketika sakit pasti akan mendapatkan pelayanan yang bagus,” pungkas Gubernur Rohidin.

Khusus untuk RS Rafflesia Bengkulu, Gubernur Rohidin meminta manajemen, para dokter, perawat serta seluruh pegawai untuk terus meningkatkan prilaku melayani, cepat dan tanggap terhadap kebutuhan pasien.
Ketua Pengurus Yayasan Rafflesia Sudirman Ail menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemprov Bengkulu dibawah kepemimpinan Gubernur Rohidin atas bantuan pembangunan gedung baru RS Rafflesia.

“Karena RS Rafflesia ini betul-betul milik rakyat. Jadi apapun yang diberikan oleh pemerintah daerah, itu kembali kepada rakyat,” kata Sudirman Ail.

Ungkapan Syukur dan ucapan terima kasih juga disampaikan Ketua Badan Pembina Yayasan Rafflesia Hj. Nurul Aini S Gatam. Menurutnya selama 40 tahun RS Rafflesia berdiri, baru dimasa Gubernur Rohidin dukungan Pemprov Bengkulu terkait pengembangan fasilitas dan sarana Rumah Sakit di Bengkulu begitu besar, termasuk kepada RS Rafflesia.

“Terhadap kondisi dan suasana RS Rafflesia saat ini atas bantuan Pemprov Bengkulu saya sangat speechless, tidak tahu apa yang harus diucapkan kecuali syukur Alhamdulillah,” ungkapnya.

Sementara itu, sebagai bentuk komitmen mendukung pengembangan dan peningkatan layanan kesehatan di RS Rafflesia Bengkulu, diketahui di tahun 2020 Pemprov Bengkulu telah menyiapkan dana hibah sebesar 6,5 milyar rupiah, sebagai anggaran untuk optimalisasi fasilitas layanan dan alat kesehatan.

3. Rumah Sakit Khusus Jiwa Soeprapto (RSKJS) Bengkulu

– Resmi Menyandang Bintang 5
Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Bengkulu, berhasil meraih peringkat tertinggi akreditasi rumah sakit tingkat nasional.

Hal ini dibuktikan dengan diterimanya sertifikat Akreditasi Rumah Sakit lulus tingkat Paripurna Bintang Lima, yang diserahkan langsung oleh Ketua Eksekutif Komisi Akreditasi Rumah Sakit, yang dilaksanakan di RSKJ Soeprapto Bengkulu, Sabtu 3 Februari 2018.

– RSKJS Diusulkan Jadi Layanan Unggulan (Center Of Exellence)

Selain itu, Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto, diusulkan untuk menjadi Pusat Layanan Unggulan (Center of Exellence) yang akan menaungi Lima Provinsi di Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel).

Hal ini disampaikan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah usai melakukan audensi dengan Menteri Kesehatan RI yang saat itu dijabat Nila F. Moeloek, Kamis (8/8/19).

Pertemuan Gubernur Rohidin mersama Menkes RI Nila F. Moeloek ini, terkait dengan pengalihan pengelolaan Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto dari Pemerintah Provinsi Bengkulu ke Kementerian Kesehatan RI.

RSKJ Soeprapto sendiri merupakan satu – satunya Rumah Sakit Khusus Jiwa yang ada, dari Lima Provinsi di Sumatera bagian Selatan diantaranya Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Barat dan Jambi.

“Harapan saya dengan pola begini bisa dijadikan Center of Exellence terkait dengan Rumah Sakit Jiwa, tetapi harus ada perhatian pemerintah pusat yang lebih agar rumah sakit jiwa ini menjadi cakupan layanan 5 Provinsi di Sumatera bagian Selatan, mungkin bisa menjadi rumah sakit regional atau sesuai harapan diambil pemerintah pusat tetapi cakupan layanannya bisa lebih luas,” jelas Gubernur Rohidin.

Diungkapkan Gubernur Rohidin bahwa terkait usulan ini, Menkes menyambut baik. Pihak Kementerian akan membentuk tim khusus untuk membuat kajian – kajian teknis sehingga secara prosedur bisa dijalankan dengan baik. Selain itu, pada pertemuan Gubernur bersama Menkes ini juga membahas keberadaan rumah dinas eks. Kanwil Depkes yang sekarang digunakan sebagai rumah kepala dinas kesehatan yang kemudian menjadi gudang makanan tambahan.

Gubernur Rohidin meminta, agar lahan ini diserahakan kepada Pemprov Bengkulu, karena bangunannya diatas itu sudah menjadi aset Pemprov Bengkulu. Gubernur menambahkan koordinasi dengan Poltekkes sudah berjalan dengan baik, hanya menunggu eksekusi karena sudah dilakukan kesepakatan bahwa inu diserahkan kepada pihak Kementerian.

“Ibu Menteri menyambut baik, agar segera melakukan rapat khusus terkait dengan ini agar bisa di eksekusi karena ini persoalan cukup berlarut – larut sudah sampai lebih dari 10 Tahun tidak selesai – selesai, saya kira Pemprov juga tidak mungkin menyerahkan ini karena bangunannya adalah aset milik Pemprov Bengkulu dan keberadaan gedung ini sangat kita butuhkan,” jelas Gubernur Rohidin.

4. Inisiasi Rumah Sakit Pendidikan Sinergi Bersama Universitas Bengkulu (UNIB)

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang kini menjalani cuti diluar tanggungan negara kucurkan dana 5 miliar untuk mensuport pengembangan Fakultas Kedokteran Universitas Bengkulu (UNIB) terintegrasi dengan rumah sakit pendidikan. Pengembangan akan dimulai dari pembangunan gedung yang akan dibangun di lahan eks Rumah Sakit Umum Padang Harapan Kota Bengkulu punya Pemerintah Provinsi Bengkulu.

“Kalau perguruan tinggi berkembang, pertumbuhan ekonominya akan lebih dahsyat dari membangun sebuah pasar,” ujar mantan wakil bupati Bengkulu Selatan.
Rumah sakit ini yang juga didukung dari dana Saudi Fund For Development sebesar 24 juta USD ini, jelas Gubernur Bengkulu, akan didesain dengan perpaduan pendidikan, kesehatan dan wisata.

“Reputasi perguruan tinggi pada umumnya salah satu penentunya adalah Fakultas Kedokteran. Jika Fakultas kedokterannya berkembang, kota itu mempunyai daya tampung yang besar dan terintegrasi dengan rumah sakit pendidikan yang lengkap biasanya otomatis reputasi perguruan tinggi itu akan naik,” papar lulusan terbaik UGM ini.

Sementara dijelaskan oleh Rektor Universitas Bengkulu Prof Dr.  Ridwan Nurazi, rumah sakit ini akan dibangun 6 lantai dengan 180 kamar. Dilengkapi dengan fasilitas dan sarana penunjang lain.

“Direncakan Agustus 2020 mulai pengerjaan konstruksi dan paling lama tiga tahun ditargetkan pembangunannya selesai,” tutup Ridwan.

5. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Tri Mandiri.
Penguatan kelembagaan terus dilakukan oleh Rohidin Mersyah, salah satunya dengan meresmikan Gedung Laboratorium STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu pada Senin (17/2/2020).

“Ketika kita mengembangkan Perguruan Tinggi maka multiplier effect akan berkembang kemana – mana, yang tentu Insya Allah ke arah positif, perguruan tinggi meningkat, siswa meningkat, dengan sendirinya pasar akan terbentuk, transportasi ramai, perbankan berkembang dengan adanya perguruan tinggi,” jelas Rohidin.

Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui APBD memberikan bantuan dana hibah sebesar 2 Miliar Rupiah untuk pengembangan gedung Laboratorium STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu.

6. Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes).

Gubernur Rohidin Mersyah⁩ juga melakukan support kepada Dunia Pendidikan termasuk pendidikan di bidang kesehatan, terbaru dirinya menerima audiensi Dirut Poltekes Bengkulu, di Balai Raya Semarak, Selasa 11 Agustus 2020.

Selain soal rencana Wisuda mahasiswa Poltekes yang akan digelar secara virtual, manajemen Poltekes juga membahas rencana upgrade kelembagaan bersama gubernur. Poltekes diproyeksikan upgrade menjadi Institut Teknologi Kesehatan.

Gubernur menyatakan dukungan dan siap bersinergi untuk mendorong terwujudnya peningkatan kelembagaan sektor pendidikan ini.

Dalam pertemuan siang itu, Gubernur Rohidin berpesan agar Poltekes (Kemenkes) Bengkulu dapat menginisiasi riset tentang perilaku masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan dan implikasinya terhadap penyakit-penyakit selain Covid-19.

Hasil riset dari institusi pendidikan, imbuh Rohidin, akan berkontribusi untuk perencanaan dan pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah dalam menjalankan program.

Sementara, Dirut Poltekes Bengkulu, Darwis mengapresiasi dukungan gubernur untuk langkah-langkah peningkatan kelembagaan Poltekes Bengkulu. Soal riset sesuai request Gubernur Rohidin Mersyah⁩, Poltekes yakin bisa dilakukan karena mempunyai sumber daya yang mumpuni. “Antusias sekali dan gubernur sampaikan siap memberikan support agar kelembagaan Poltekes bisa berkembang,” tutur Darwis.